dari jakartabeat.net, dan Kang Pidi ini kalau membuat komik lucu-lucu sekali.
Pemilu Presiden memang masih lama. Tapi sepertinya saya sudah tahu akan memilih siapa. Memilih apa, lebih tepatnya. Tahun ini pemilu pertama saya, namun saya memutuskan untuk tidak memilih saja. Ya, saya dengan mudah bisa dituduh apatis, apolitis, tidak peduli dengan masa depan bangsa, la la la. Mungkin beberapa orang akan memperhatikan jari kelingking saya yang, untuk kedua kalinya tahun ini, tidak ’belang’ bekas celupan tinta. Saya memang belum sadar hidup saat Orde Baru meraja, jaya, lalu jatuh (dan lantas tertimpa tangga pula). Saya bahkan membaca koran hanya edisi hari Sabtu dan Minggu saja. Saya tidak tahu siapa berkoalisi dengan siapa, siapa bertengkar dengan siapa, siapa tampil dimana dan salah bicara apa, pokoknya itulah, jenis-jenis berita yang menyedot pemirsa. Hanya saja suatu kali saya menghadiri proses rekaman salah satu acara yang jenisnya banyak tayang pada masa-masa pemilu, acara dimana orang-orang penting adu bicara. Saat rekaman mulai, saya lihat mereka bersitegang dan saling menjatuhkan, yang satu dengan yang lainnya. Saat rekaman usai, mereka bersalam-salaman, tertawa dan mengobrol akrab seperti kawan lama. Itu baru alasan pertama. Saya punya detail-detail untuk alasan lainnya.
Lagipula, saya tidak mau memilih mereka yang akan menyuruh saya minggir di jalan raya atau membuat saya mencak-mencak menonton berita. Saya bahkan jadi khawatir bicara, takut dijerat pasal seperti Ibu Prita. Tapi akhir kata, selamat memilih untuk masa depan bangsa. Saya mau bernyanyi "Mosi Tidak Percaya saja", sekeras-kerasnya.
-M O O N Y
"janjimu pelan-pelan akan membunuhmu.."



